Electronic Health Record atau Electronic Medical Records?

April 2nd, 2015 1 comment

Jika melihat di beberapa referensi, adopsi sistem informasi elektronik di fasilitas kesehatan (baik primer, sekunder maupun tersier) selalu dikaitkan dengan terminologi rekam kesehatan elektronik atau Electronic Health Record (EHR). Berbagai definisi dan model EHR dibuat untuk menunjukkan cakupan EHR. Terminologi inipun saling tumpang tindih dengan terminologi eHealth lainnya seperti electronic medical record (EMR), electronic patient/personal record (EPR) atau clinical information systems (CIS). Dalam definisi eHealth WHO-ITU, EMR merupakan “….catatan medis terkomputerisasi yang digunakan untuk mendapatkan, menyimpan dan komunikasi antara penyedia layanan kesehatan dalam sebuah organisasi pelayanan kesehatan”. Sedikit berbeda dengan definisi EHR yang mencantumkan satu aspek lagi yaitu “….berbagi ringkasan informasi pasien” dengan penyedia/organisasi pelayanan kesehatan lainnya. Dari definisi diatas memperlihatkan bahwa EHR sudah mengarah pada konsep health information exchange (HIE) lintas lembaga. Dalam tulisan kali ini akan dibahas konsep dan cakupan EHR berdasarkan sebuah referensi dari Amatayakul, 2009.

Read more…

Academic Health System (AHS) dan dukungan sistem informasi

April 1st, 2015 No comments

Dalam satu seminar di FK UGM tanggal 31 Maret 2015 lalu, dijabarkan konsep academic health systems oleh salah satu pembicara dr. Slamet Riyadi Yuwono. Beliau merupakan anggota Pokja Pengembangan RS Pendidikan Kemristek-Dikti. Menurut definisinya (Wartwan 2007) AHS merupakan “….integrasi pendidikan kedokteran bergelar, dengan satu atau lebih program pendidikan profesional kesehatan lainnya yang memiliki satu atau lebih rumah sakit pendidikan atau berafiliasi dengan rumah sakit pendidikan, sistem kesehatan, dan organisasi pelayanan kesehatan lainnya” untuk menjawab kebutuhan komunitas. Kebutuhan komunitas di Indonesia saat ini adalah memperkuat jaminan kesehatan nasional (JKN), primary care sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, memperkuat pelayanan rujukan berjenjang sebagai strategi efisiensi pembiayaan kesehatan. Dirjen BUK Prof. Akmal Taher menegaskan juga bahwa sasaran pembangunan kesehatan ke depan adalah upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif, dimana layanan primer menjadi kontak pertama bagi pasien yang membutuhkan pertolongan. Sehingga harapannya pendidikan kedokteran dan kesehatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Read more…

Monitoring kesehatan ibu melalui aplikasi berbasis mobile

March 23rd, 2015 No comments

Kesehatan Ibu dan Anak menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan performance pelayanan kesehatan secara global. Walaupun secara Global menunjukkan tren yang menurun, menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian Ibu meningkat dari 228 kematian per 100.000 kelahiran pada tahun 2007 menjadi 359 kematian per 100.000 kelahiran pada tahun 2012. Menurut WHO, Indonesia menempati urutan ke-51 angka kematian Ibu tertinggi di dunia, jauh tertinggal dari negara-negara Asia Tenggara lainnya (2014).

Berbagai program pelayanan kesehatan Ibu dan Anak telah dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu. Mulai dari kegiatan promosi kesehatan, surveilans ibu dengan kehamilan resiko tinggi, pengembangan sistem rujukan ibu hamil, penempatan bidan di setiap desa di Indonesia sampai kegiatan pengembangan fasilitas kesehatan untuk pelayanan Ibu hamil (Poned dan Ponek). Sayangnya angka kematian Ibu masih relatif tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Setiap tahun terdapat kurang lebih 5 juta ibu hamil di Indonesia,dimana 15.000-17.000 diantaranya meninggal akibat komplikasi kehamilan. Penyebab terbanyak dari kematian tersebut adalah perdarahan, preeklampsia (high blood pressure) dan penyakit infeksi.

Read more…

Categories: mHealth Tags: ,

Pentingnya fungsi alert pada sistem surveilans elektronik

January 28th, 2015 No comments

Apa yang menjadikan sistem informasi surveilans elektronik bermanfaat? Salah satunya adalah kemampuan sistem dalam menyedikan alert/ notifikasi secara real time kepada petugas surveilans maupun masyakarat terhadap adanya kejadian penyakit yang berpotensi wabah, kejadian yang berkaitan dengan program kesehatan khusus (seperti gizi buruk, kesehatan ibu dan anak), penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan penyakit tidak menular. Surveilans sebenarnya memiliki makna yang sangat luas. WHO mendefinisikan surveilans sebagai pengumpulan, analisis dan interpretasi data  kesehatan yang diperlukan untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi praktik kesehatan masyarakat dan dilakukan secara terus menerus. Surveilans berfungsi untuk:

  • peringatan dini terhadap kemungkian kejadian keadaan darurat kesehatan
  • mendokumentasikan dampak dari intervensi, atau melacak kemajuan dari intervensi 
  • memantau dan memperjelas epidemiologi masalah kesehatan, sehingga memungkinkan menetapkan prioritas masalah kesehatan dalam menyusun strategi dan kebijakan kesehatan

Read more…

Siapa saja tenaga informatika kesehatan (SIK)?

January 24th, 2015 No comments

Dengan semakin banyaknya organisasi kesehatan yang menggunakan sistem informasi elektronik (eHealth), kebutuhan akan tenaga pengelola sistem informasi atau tenaga informatika kesehatan menjadi penting dalam pengelolaan eHealth. Relatif baru-nya isu informatika kesehatan menyebabkan kurangnya apresiasi terhadap tenaga informatika kesehatan. Terlebih lagi informatika kesehatan merupakan interseksi berbagai bidang ilmu seperti teknik komputer, ilmu komputer, sistem informasi, kesehatan, kedokteran dan rekam medis. Pertanyaan kemudian muncul, siapakah tenaga informatika kesehatan? Pemahaman terhadap tenaga informatika kesehatan ini penting bagi organisasi kesehatan untuk melakukan perencanaan SDM dalam mengelola sistem informasi di organiasi.

Read more…

Usulan health information exchange dalam skala kecil

January 23rd, 2015 No comments

Beberapa konsep road map eHealth menunjukkan bahwa health information exchange (HIE) menjadi tujuan utama dalam pengembangan sistem informasi kesehatan elektronik (Lihat artikel Maturitas Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan: Health Information Exchange). HIE merupakan upaya dalam menyediakan informasi pasien secara longitudinal dan komprehensif sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Beberapa bukti menunjukkan kelengkapan informasi pasien berkorelasi positif dengan keselamatan pasien. Teknologi informasi melalui konsep HIE dapat menjadi alat bantu pada tipologi pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang berbeda baik level maupun providernya.

Read more…

Sistem informasi kesehatan daerah dengan DHIS2

January 22nd, 2015 1 comment

DHIS2 (District Health Information Systems versi 2) adalah salah satu platform datawarehouse yang digunakan untuk mengumpulkan data agregat (walaupun terdapat fungsi transaksi data individual) dari sistem informasi kesehatan di suatu daerah (negara atau regional) dari berbagai sumber data kesehatan yang dikelola baik elektornik maupun non elektronik. DHIS2 dikembangkan secara opensource yang dikoordinasi oleh Oslo University. Sudah puluhan negara berkembang telah menggunakan DHIS2 untuk memperkuat sistem informasi kesehatan nasional. DHIS2 memiliki keunggulan fungsi visualisasi data secara komprehensif dalam bentuk data tabuler, grafik dan peta sehingga diminati oleh banyak negara. Penggunaannya bertujuan untuk mendukung sistem informasi kesehatan nasional (SIKNAS) maupun daerah (SIKDA). Secara umum SIK(DA) dapat dilihat pada link Apa yang dimaksud dengan SIK(DA)?

Read more…

Electronic health records: Tidak hanya sekedar regulasi

January 10th, 2015 No comments

Target pemerintah Barack Obama dalam pemanfaatan rekam medis elektronik di tahun 2014 bukan hanya sekedar kebijakan. Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Tahun 1999 IOM mengeluarkan sebuah publikasi  “To Err is Human: Building a Safer Health System” yang membuka mata dunia terhadap potensi kerugian akibat kesalahan medis. Salah satunya yang paling banyak adalah kesalahan terkait dengan proses pemberian obat pada pasien. Menariknya pada bulan Maret 2001 dalam sebuah publikasi “Crossing the quality chasm: A new Health Systems for the 21st century” menunjukkan bahwa inovasi teknolgi informasi dan komunikasi di bidang kesehatan memberikan peluang untuk menekan angka kesalahan medis (medical error). Contoh yang menarik adalah banyaknya publikasi yang menunjukkan potensi penggunaan elektronic prescription yang dikombinasikan dengan decision support systems untuk pemberian obat dalam mengurangi medication error.

Read more…

Categories: Rekam Kesehatan Elektronik Tags:

Maturitas Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan: Health Information Exchange

January 10th, 2015 No comments

Jika dibuat sebuah pertanyaan dari judul diatas paling mudah adalah “Sejauh mana kita mengembangkan sistem informasi untuk organisasi pelayanan kesehatan?”. Layaknya sebuah program kesehatan yang rutin dilakukan (kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular, jaminan kesehatan dan lainnya), pengembangan sistem informasi elektronik sepertinya layak untuk menjadi salah satu program kesehatan, yang tentunya berbeda dengan konsep proyek (lihat artikel Pengembangan sistem informasi elektronik: program atau proyek?). Namun apakah kegiatan rutin tersebut hanya sebatas pada pemeliharaan sistem? Banyaknya penelitian terkait informatika kesehatan saat ini menunjukkan banyaknya peluang aktivitas terkait pengembangan TI di organisasi pelayanan kesehatan yang mungkin perlu diadopsi. Apa saja yang perlu diadopsi tentunya disesuaikan dengan karakter dan kemampuan organisasi.

Read more…

Pengembangan sistem informasi kesehatan elektronik: program atau proyek?

January 9th, 2015 No comments

Tabel dibawah ini mungkin dapat menjelaskan secara singkat perbedaan antara program dan proyek (mohon maaf referensinya tidak jelas), yang dapat juga diterapkan pada pengembangan sistem informasi elektronik di organisasi kesehatan (baik pelayanan maupun non pelayanan).  Pertanyaan pentingnya termasuk kategori mana pengembangan sistem informasi kesehatan elektronik?

Program Proyek
Rutin, berulang dan berkesinambungan Baru, belum pernah dilakukan
Pengelolaan internal divisi/unit Pengelolaan multiple divisi/unit, cendrung outsourcing
Resiko rendah Resiko tinggi
Nilai tambah yang bersifat progress perbaikan (incremental) Manfaat berupa produk/hasil/layanan yang tepat waktu
Anggaran rutin, cendrung tetap Anggaran proyek, cendrung tinggi

Read more…